“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Berawal dari sebuah ketidaksengajaan, Faron dan Najmi dipertemukan dalam latihan yang diselenggarakan oleh HAPMI Kabupaten Ciamis menjelang Lomba HAPMI se-Jawa Barat. Pertemuan pertama itu terjadi di sebuah joglo, tempat kami saling berkenalan untuk pertama kalinya. Saat itu, Faron mengira Najmi baru saja lulus SMA, namun tebakan tersebut keliru—ternyata usia kami hanya terpaut dua tahun.
Seiring berjalannya waktu, interaksi di antara kami semakin sering terjadi. Ketertarikan Faron kepada Najmi sudah tumbuh sejak awal pertemuan, dan tanpa disadari, kebersamaan kami pun semakin intens. Tidak hanya bertemu dalam latihan HAPMI, kami juga dipertemukan kembali dalam satu kepanitiaan pada penyelenggaraan Pra PORPROV 2025.
Dari berbagai pertemuan dan kebersamaan tersebut, kami mulai menyadari adanya banyak kecocokan di antara kami—dalam cara berpikir, berkomunikasi, dan saling mendukung. Keyakinan itu pun membawa kami pada keputusan untuk menjalin sebuah hubungan.
Hingga akhirnya, pada tanggal 11 Desember 2025, kami memutuskan untuk bertunangan. Sebuah langkah awal dari komitmen kami untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, saling berjuang, saling menguatkan, dan membangun masa depan bersama dalam ikatan suci pernikahan.







