Undangan Pernikahan
Joo & Rosa













Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Matius 19:6)
Semua bermula di masa SMP — masa penuh tawa, canggung, dan seragam biru putih. Waktu itu, kita hanya dua anak biasa yang sering saling sapa tanpa ada maksud apa-apa. Dari sekadar teman sekelas, kita makin dekat. Hari demi hari, candaan kecil berubah jadi kebiasaan. Dari situ, kita jadi sahabat — saling cerita, saling dukung, saling marah juga kadang, tapi nggak pernah benar-benar menjauh.
Waktu berjalan cepat. Setelah bertahun-tahun bersama sebagai sahabat, akhirnya di tahun 2017 aku memberanikan diri untuk jujur: bahwa rasa ini sudah bukan sekadar sahabat. Dan ternyata, kamu pun merasakan hal yang sama. Sejak hari itu, kita resmi berpacaran.
Delapan tahun bukan waktu yang singkat — ada banyak tawa, air mata, pertengkaran, dan pengertian di antara kita. Kita tumbuh bersama, belajar memahami satu sama lain, dan tetap bertahan meski waktu terus berjalan.
Sampai akhirnya, setelah 8 tahun pacaran, kita sepakat melangkah ke tahap yang lebih serius. Kini, semua cerita masa SMP itu bermuara pada satu kata indah: menikah.










